Desa Nggorang merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Desa ini memiliki karakteristik wilayah yang memadukan potensi pariwisata dan sektor pertanian, sehingga menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Secara administratif, Desa Nggorang terdiri dari 3 dusun, yaitu Dusun 01 Nggorang, Dusun 02 Nggorang, dan Dusun 03 Watu Langkas, yang terbagi ke dalam 13 Rukun Tetangga (RT). Pembagian wilayah tersebut menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan masyarakat, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Dari sisi geografis, Desa Nggorang memiliki posisi yang cukup strategis karena berada sekitar 11 kilometer ke arah timur dari Kota Pariwisata Labuan Bajo. Kedekatan dengan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata utama di Indonesia memberikan peluang bagi Desa Nggorang untuk mengembangkan berbagai potensi lokal, khususnya melalui pengembangan desa wisata. Keberadaan potensi alam, kehidupan sosial masyarakat, budaya lokal, serta aktivitas keseharian masyarakat dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata yang dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain memiliki potensi pariwisata, Desa Nggorang juga merupakan desa pertanian. Sebagian masyarakat menggantungkan kehidupan dan sumber pendapatan dari sektor pertanian. Kondisi ini menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu bagian penting dalam perekonomian masyarakat desa. Pengembangan pertanian yang produktif, pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana, serta peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan karakteristik sebagai desa wisata sekaligus desa pertanian, Desa Nggorang memiliki peluang untuk mengembangkan konsep pembangunan yang mengintegrasikan sektor pariwisata, pertanian, ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Produk pertanian lokal dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata, sementara potensi wisata dapat membuka peluang pemasaran bagi hasil pertanian dan produk masyarakat
PENDUDUK DESA NGGORANG
Berdasarkan grafik BIP Desa Nggorang per September 2026, jumlah penduduk Desa Nggorang tercatat sebanyak 2.436 jiwa, yang terdiri dari 1.245 jiwa laki-laki dan 1.191 jiwa perempuan.
Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak 54 jiwa dibandingkan penduduk perempuan. Secara persentase, penduduk laki-laki mencapai sekitar 51,1%, sedangkan perempuan sekitar 48,9% dari keseluruhan jumlah penduduk.
Komposisi penduduk ini memperlihatkan bahwa perbandingan antara penduduk laki-laki dan perempuan relatif seimbang, meskipun jumlah laki-laki sedikit lebih tinggi. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa, pelayanan administrasi kependudukan, program sosial, serta kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat Desa Nggorang.
DATA PENDUDUK DESA NGGORANG BERDASARKAN USIA
DATA PENDUDUK DESA NGGORANG BERDASARKAN PEKERJAAN
Berdasarkan data BIP Desa Nggorang per September 2026, jumlah penduduk Desa Nggorang tercatat sebanyak 2.436 jiwa. Data pekerjaan menunjukkan bahwa penduduk Desa Nggorang memiliki latar belakang pekerjaan yang cukup beragam, mulai dari sektor pertanian, pemerintahan, pendidikan, perdagangan/jasa, hingga kelompok penduduk yang belum atau tidak bekerja.
Kelompok terbesar dalam data tersebut adalah pelajar/mahasiswa sebanyak 772 jiwa. Jumlah ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Desa Nggorang masih berada dalam tahap pendidikan, sehingga sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan desa.
Selanjutnya, terdapat 457 jiwa yang mengurus rumah tangga dan 376 jiwa yang tercatat tidak atau belum bekerja. Besarnya jumlah pada kelompok ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan, serta penciptaan peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan potensi desa.
Dari sisi mata pencaharian, sektor pertanian menjadi salah satu pekerjaan utama masyarakat Desa Nggorang dengan jumlah 386 jiwa sebagai petani. Kondisi ini sejalan dengan karakteristik Desa Nggorang sebagai desa pertanian. Selain petani, terdapat 1 jiwa nelayan dan 1 jiwa buruh tani, yang menunjukkan adanya aktivitas ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan sektor sumber daya alam.
Pada sektor pemerintahan dan pelayanan publik, tercatat 72 PNS, 2 TNI, 7 POLRI, 30 ASN PPPK, dan 9 perangkat desa. Selain itu, terdapat 4 bidan, 5 tenaga kesehatan, 60 guru komite, serta 2 dosen yang berperan dalam mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Sektor swasta dan jasa juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Data mencatat 64 karyawan swasta, 117 wiraswasta, 32 sopir, 5 tukang, 2 buruh harian, 1 pekerja transportasi, dan 1 pekerja penerbangan. Keberagaman pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat Desa Nggorang tidak hanya bergantung pada sektor pertanian, tetapi juga berkembang pada sektor jasa, usaha mandiri, transportasi, dan pekerjaan lainnya.
Selain itu, terdapat 12 karyawan honorer, 9 tenaga kontrak daerah, 1 buruh, 1 pendamping lokal desa, serta 2 pensiunan. Data ini menggambarkan adanya kelompok masyarakat dengan berbagai status pekerjaan dan sumber penghasilan.
Secara umum, data BIP Desa Nggorang menunjukkan bahwa struktur pekerjaan penduduk cukup beragam. Penduduk didominasi oleh pelajar/mahasiswa, disusul kelompok yang mengurus rumah tangga, tidak/belum bekerja, dan petani. Sementara itu, pekerjaan di bidang pemerintahan, pendidikan, kesehatan, swasta, wiraswasta, transportasi, dan jasa turut memberikan kontribusi terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi gambaran penting bagi Pemerintah Desa Nggorang dalam menyusun program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Sektor pertanian dapat terus diperkuat sebagai salah satu basis ekonomi desa, sementara potensi sumber daya manusia dari kelompok usia sekolah dan produktif perlu dikembangkan melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, pemberdayaan usaha, serta penciptaan peluang kerja.
Dengan jumlah 2.436 jiwa, keberagaman pekerjaan penduduk Desa Nggorang merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung terwujudnya masyarakat desa yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing, sekaligus memperkuat posisi Desa Nggorang sebagai desa pertanian dan desa wisata.
DATA PENDUDUK DESA NGGORANG BERDASARKAN AGAMA
Berdasarkan grafik Penduduk Desa Ngorang Berdasarkan Agama Tahun 2026 (data per September 2026), jumlah penduduk Desa Ngorang terdiri atas beberapa kelompok agama. Penduduk yang beragama Katolik merupakan kelompok terbesar, yaitu sebanyak 1.653 jiwa. Selanjutnya, penduduk yang beragama Islam berjumlah 734 jiwa.
Sementara itu, penduduk yang beragama Kristen berjumlah 42 jiwa, sedangkan penduduk yang beragama Hindu berjumlah 7 jiwa. Pada grafik tersebut, tidak terdapat penduduk yang beragama Buddha, dengan jumlah tercatat 0 jiwa.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa komposisi penduduk Desa Ngorang didominasi oleh pemeluk agama Katolik, kemudian Islam, Kristen, dan Hindu. Adapun kelompok agama Buddha tidak tercatat dalam data penduduk pada September 2026. Total penduduk yang tercatat berdasarkan agama dalam grafik tersebut adalah 2.436 jiwa.
DATA PENDUDUK DESA NGGORANG BERDASARKAN PENDIDIKAN
Berdasarkan data BIP Desa Nggorang per September 2026, jumlah penduduk Desa Nggorang sebanyak 2.436 jiwa dengan tingkat pendidikan yang cukup beragam, mulai dari penduduk yang belum bersekolah hingga yang telah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi.
Data menunjukkan bahwa kelompok terbesar adalah penduduk dengan pendidikan SMA/Sederajat sebanyak 485 jiwa. Selanjutnya, terdapat 320 jiwa yang belum tamat SD, 303 jiwa berpendidikan Diploma IV/Strata I, serta 291 jiwa yang tercatat belum sekolah. Selain itu, sebanyak 290 jiwa tamat SD/sederajat, 278 jiwa tamat SMP/sederajat, dan 200 jiwa belum tamat SLTA/sederajat.
Pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, terdapat 169 jiwa yang belum tamat SMP, 79 jiwa belum tamat SD, 10 jiwa tidak tamat SD, serta 5 jiwa berpendidikan Diploma III. Sementara itu, terdapat 2 jiwa dengan pendidikan akademi/Diploma II dan 4 jiwa berpendidikan Strata II.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan penduduk Desa Nggorang cukup beragam. Jumlah penduduk yang telah mencapai pendidikan SMA/sederajat hingga perguruan tinggi cukup signifikan, yang merupakan modal penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia desa.
Di sisi lain, masih terdapat jumlah penduduk yang cukup besar pada kategori belum sekolah, belum tamat SD, belum tamat SMP, dan belum tamat SLTA. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan akses dan keberlanjutan pendidikan masih menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan desa.
Keberadaan 303 jiwa lulusan Diploma IV/Strata I dan 4 jiwa Strata II juga menunjukkan adanya potensi sumber daya manusia berpendidikan tinggi yang dapat berkontribusi dalam pembangunan Desa Nggorang, baik melalui bidang pemerintahan, pendidikan, ekonomi, pertanian, pariwisata, maupun pemberdayaan masyarakat.
Dengan demikian, data pendidikan BIP Desa Nggorang dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa dalam merancang program peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti dukungan terhadap pendidikan anak dan remaja, pelatihan keterampilan, pengembangan kapasitas pemuda, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan sumber daya manusia berpendidikan untuk mendukung pembangunan desa.
Secara umum, kondisi pendidikan Desa Nggorang menunjukkan adanya potensi sumber daya manusia yang cukup besar, namun masih diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat secara merata.
#BB




